Langsung ke konten utama

Postingan

LANGKAH PERTAMA

Diam dalam kelam Terkubur dalam kabur Langkah kita pernah mati Di baris-baris asa yang hanya terpatri Bicara mimpi dengan santai Kenyataan tak hadir, mulai menghujat takdir Dimana letak manusia yang katanya mulia ?? Hari-hari panjang berdiri menantang Yang takut tetaplah pengecut Yang salah memanglah harus kalah Langkah pertama mari bersama Membentuk ingin yang sempat dingin Di ujung senja yang nampak jingga Kita adalah satu yang harus menyatu . . . _inaguhir_ Cileungsi, Juli 2019

LUCUNYA NEGERI INI

Pernah lahir dari rahim Ibu Pertiwi sejarah-sejarah yang tak tersanggah Aku pernah duduk di bangku sekolah Menyimaki kisah darah pahlawan yang murah Tapi hari ini, tubuh Ibu Pertiwi tak lagi suci Dicabuli aparat yang katanya NKRI Padahal berkoalisi dengan pemimpin yang kehilangan jati diri Kebenaran mati di tiang besi Kecurangan dibela dalam ruang sidang konstitusi Demokrasi kita sudah punah Dibungkam rezim yang tak mau kalah Tak mampu menang maka dimenangkan Tak mampu naik maka menjatuhkan Hahaha... Lucunya negeri ini . . . _inaguhir_ (Adonara, Juli 2019 )

DEFINISI CANTIK

Kamu tahu definisi cantik ?? Kadang suka berpikir, wanita berjam-jam menghabiskan waktu di depan cermin hanya untuk memoles wajahnya. Hanya untuk satu kata, "Cantik". Yang dirawat hanya wajah dan tubuh. Bahkan terlihat gemuk sedikit menjadi masalah besar dalam hidupnya. Terlalu sibuk memerhatikan wajah dan tubuh, sampai lupa mendandani hati dan perilaku. Siti Khadijah RA, selaku istri Rasulullah Saw. Kita sampai hari ini mengenal beliau karena apa? Apakah karena ia cantik? Seksi? Tidak. Kita bahkan tidak tahu bagaimana rupa istri rasul tersebut. Apakah ia tinggi, langsing, putih atau definisi-definisi cantik yang kita buat-buat sendiri. Nama Khadijah, Fatimah, Aisyah tercatat sebagai wanita penghuni surga karena tingkah laku mereka. Karena sikap mereka. Bukan karena wujud fisik mereka. Ayolah. Jangan terlalu sibuk memoles wajah, sampai lupa memoles perilaku-perilaku kita. Kecantikan fisik hanya berujung menjadi bangkai di bawah tanah. Tapi kebaikan akhlakmu ...

PEREMPUAN DI UJUNG MALAM

Puan,,, Wajahmu nanar di ujung malam Beribu luka hati telah kau telan Menyatu dalam darah dan jantungmu Puan,,, Lebam-lebam jiwamu digebuki ribuan tinju Coba ludahi takdir Merasa sakit tapi tak mengaku Malam-malam panjang Airmata membenam di pipi Kau sudah kalah berulang kali Puan,,, Sudahi saja Tangis tak pernah mampu mengembalikan kenangan . . . _inaguhir_ (Surakarta, April 2019 )

PERSATUAN YANG TERGADAI

Hujat menghujat barang biasa Di negeri ini, persatuan sudah tergadai oleh fanatisme partai Sayap Garuda patah dihempas pesta yang katanya demokrasi Haruskah pemilu berakhir pilu?? Di depan pagar istana negara, rakyat belum dijamin keadilannya Bertahun-tahun kita dikebiri oleh negeri sendiri Negeri yang katanya sudah merdeka puluhan tahun lalu  Pemilu hadir dari berbagai kubu Rasa utuh berubah menjadi angkuh Beda pilihan tak harus saling melawan Lain pendapat bukan harus putus sahabat _inaguhir_ (Surakarta, April 2019 )

PENDIDIKAN KITA SUDAH MATI

Pendidikan menjadi suram di tanah yang katanya surga Sekolah hanya instansi yang menjanjikan gaji Di bawah tiang bendera anak negeri dipaksa menghormati merah putih Ijasah hanya lambang gengsi Gelar sarjana diagung-agungkan Padahal ilmu hanya jadi politik kotor Bukankah koruptor orang berilmu ?? . . . _inaguhir_ (Adonara, Mei 2019 )

P U L A N G

loc : Pantai Watotena, Adonara Ambisi rindu menjadi palang dari jauh jarak terhampar Terbayang pintu rumah dan senyum mama Kamar tidur yang sepi menyambut penghuninya Dari balik jendela, awan putih menari riang bersama angin Udara, laut, darat... Jalan yang dilalui Ada lelah yang perlu dibayar Penat yang hampir membunuh Sembuh di kampung halaman Betapa tanah rantau terlalu jahat Bulan ke bulan, tidak sebentar Peluh sisa kemarin masih ada Dari kening menetes turun di hati Langkah-langkah yang pernah mati di kota Bergerak tersenyum menuju pulau air ketuban Hawa mulai berubah Bunyi deru mesin pabrik sudah jauh Aku disambut camar laut yang bermain bersama ikan Di bibir dermaga, raut wajah bahagia telah tampak Aku pulang !! _InaGuhir_ Surakarta, 19 April 2019