Langsung ke konten utama

Postingan

Mengapa Hanya Kartini?

TANGGAL 21 April kembali berulang, setiap tahunnya diperingati sebagai hari nasional, Hari Kartini sesuai dengan kelahiran pahlawan nasional, Raden Ajeng Kartini --tertera di kalender Indonesia, dirayakan seluruh rakyat Indonesia. Hari Kartini ditetapkan pada tanggal 2 Mei 1964 melalui Keputusan Presiden RI No 108/1964 yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno. Pernahkan Anda bertanya-tanya, mengapa hanya Kartini? Bukankah begitu banyak pahlawan dari kalangan perempuan di negeri ini? Seistimewa apa Kartini hingga hari lahirnya diperingati setiap tahun di seluruh Indonesia? Jika karena ia memperjuangkan emansipasi wanita, nah toh bukan hanya Kartini. Ia hanya salah satu pahlawan dari sekian banyak pahlawan perempuan y ang memperjuangkan hak perempuan dan kesetaraan gender di negeri ini. Tapi mengapa Kartini begitu diagungkan? Apakah ia lebih besar pengorbanannya dibandingkan pahlawan perempuan yang lain? Pejuang emansipasi wanita lainnya yang sering terlupakan ialah Dewi Sartika. Per...

Riuh Cerita tentang Demo Mahasiswa

RENTETAN demo mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia berlangsung berturut-turut dengan membawa sejumlah tuntutan yang tak jauh berbeda; tolak tiga periode dan tunda pemilu, protes kenaikan harga pangan, Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN), juga kontroversi UU Cipta Kerja, sampai Kasus Wadas yang belum tuntas.  Tidak hanya di Jakarta, aksi demo mahasiswa turut digelar di kota-kota lain, mulai dari Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Ambon, hingga Manokwari. Aksi unjuk rasa mahasiswa bukanlah hal yang baru di negara demokrasi ini. Kebebasan berpendapat diatur dalam konstitusi, salah satunya termaktub di Pasal 28 dan Pasal 28E ayat 3 Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan,  “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat." Menggelar demonstrasi juga menjadi salah satu cara yang dihalalkan konstitusi untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Tertulis dalam UU nomor 9 tahun 1998, pasal ...

Gonjang-Ganjing Pemilu 2024

  DI TAHUN politik kali ini, isu penundaan pemilu 2024 ramai menjadi perbincangan publik, baik dari masyarakat awam, maupun dari para pakar. Narasi-narasi pro dan kontra ihwal penundaan pemilu masih menjadi topik hangat dan mencuri perhatian. Penundaan pemilu juga dinilai sebagai upaya perpanjangan masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan wakilnya, Ma'ruf Amin. Wacana ini digulirkan pertama kali oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mengusulkan agar Pemilu 2024 ditunda satu atau dua tahun dengan dalih pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.  Usulan ini lalu mendapat dukungan dari Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN).  Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengaku dirinya menerima aspirasi dari kalangan petani di Kabupaten Siak, Riau, yang ingin masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Menurut Zulkifli, terdapat sejumlah alasan ya...

Keluhan ini Berjudul: Hidup Usia Sampah

Oleh Edo Muhammad Abdillah MISKIN adalah privillage katanya, berpendidikan juga privillage katanya. Kerja keras di usia muda agar cepat sukses serta membahagiakan orang di sekitarmu katanya. Pantang menyerah dan terus mencoba hingga berhasil katanya, kata mereka, yang sudah berhasil itu, katanya. Sampah sekali aku rasanya mendengar kata kata mereka. Seakan mereka ingin sekali didengar padahal mereka hanya punya mulut, dan aku yang punya telinga. Bukan bermaksud mengeluh dan merasa paling menderita, hanya saja... Begini, aku jarang punya masalah (kurasa) meski terkadang masalah-masalah kecil terkumpul hingga meledak dan berceceran di pikiran. Dan rasanya (juga) jarang sekali punya ambisi besar, aku hidup di masa kini bukan di masa depan. Aku ingin menikmati apa yang aku miliki dibanding memikirkan yang belum aku miliki. BACA JUGA: Terima Kasih atas Kisah dan Kasih Orang lain menikah, berpenghasilan, jalan-jalan, membeli kendaraan dan dipamerkan. Aku memilih memikirkan hari ini, hari...

Kita Tidak Pernah Berjuang Sendirian

KEHIDUPAN ini begitu unik. Tuhan mempunyai beragam cara untuk menunjukkan kebaikan orang lain kepadaku. Saat diri ini merasa dunia begitu kejam dan diriku seolah dipaksa bertahan seorang diri, Tuhan memperlihatkan ada orang-orang baik dengan perlakuan sederhana tapi membuat hatiku berdecak. Ada pengendara motor yang mempersilakanku untuk menyeberang jalan raya, ada seorang perempuan yang rela meminjamkan buku-bukunya untuk kubaca berhari-hari, ada tetangga sebelah yang mau direpotkan berkali-kali hanya untuk memperbaiki laptop usang, ada pemuda jangkung yang bersedia menjadi rekan tukar pikiran hingga tukar perasaan, ada kawan SMA yang mau mengangkat telepon di jam 2 dini hari, ada teman lama yang siap mendengar aku menangis, ada guru yang begitu percaya bahwa diriku punya potensi, tidak lupa ada orang tua yang selalu mengirim doa juga dana tanpa diminta, ada saudara serahim yang selalu siap berbagi kebahagiaan, serta ada banyak manusia baik hati lainnya yang hadir dalam kehidupan uni...

Polisi vs Everybody

  Ilustrasi Polisi AKHIR-AKHIR INI,  kekerasan dari aparat kepolisian kembali mencuat dan menggegerkan media. Tapi seharusnya kita tidak perlu kaget, karena kejadian ini hanya pengulangan kejadian-kejadian sebelumnya. Kasus kekerasan oleh aparat terhadap masyarakat sudah sering berdengung di telinga kita. Hampir seluruh judul berita di media massa menuliskan 'Oknum Polisi Melakukan Tindakan Represif Terhadap Warga', atau berita-berita sejenisnya yang juga memakai kata OKNUM. Kata OKNUM sendiri mulai ramai digunakan di media massa ketika masa Orde Baru untuk menyelamatkan nama baik lembaga Kepolisian pada masa itu. Orang-orang yang bermasalah dalam kepolisian disebut OKNUM, sehingga tidak mengotori nama instansi tersebut. Walaupun ada puluhan bahkan ratusan polisi yang melakukan kejahatan, tetap disebut OKNUM. Ini merupakan pengendalian opini oleh pemerintah melalui bahasa-bahasa yang digunakan media, dan itu terjadi hingga saat ini. Di era Jokowi, kasus kejahatan dan kekerasan...

Insecure di Usia 20++

  Loc: Pantai Ina Burak USIA kepala dua menuju seperempat abad kehidupan di dunia, waktu yang tidak sebentar tapi terasa amat singkat. Leha-leha, terbuai waktu, sementara tahun terus berganti, umur bertambah, jatah hidup berkurang. Sudah ngapain aja di hidup yang mendekati seperempat abad ini? Jika berkaca dengan para pemuda di masa kejayaan Islam beberapa abad lalu, sepertinya kita harus tertampar. Betapa kualitas diri kita terbentang sangat jauh dibandingkan pemuda muslim pada masa itu. Di saat kebanyakan pemuda saat ini berumur 21 tahun sudah besar kepala karena menaklukkan hati wanita, Muhammad Al Fatih di usia yang sama pada masanya sudah mampu menaklukkan Konstantinopel, yang sekarang bernama Istanbul --kota terbesar di Turki. Kalau boleh flashback sedikit, saat umur 8 tahun, kita ngapain? bermain? Muhammad Al Fatih di umur 8 tahun sudah hafal seluruh ayat Al Quran. Sedangkan kita, di usia 20+ ini, berapa ayat suci yang ada di kepala kita? BACA JUGA: Siapkah Aku Jikalau ...