Langsung ke konten utama

Postingan

Basa-Basi itu Melelahkan

SAYA  tidak suka, ralat, lebih tepatnya tidak pandai berbasa-basi. Bukan hanya tidak bisa, tapi juga tidak suka. Baiklah, kuakui saja, saya memang tidak suka basa-basi, apalagi dengan orang asing dan manusia-manusia SKSD alias sok kenal sok dekat. Tapi percayalah, teman-teman dekatku adalah mereka yang SKSD, karena kalau tidak, tentu saya tidak akan memiliki teman, bukan? Di media sosial, banyak orang gemar basa-basi di kolom komentar hingga berani mengirim pesan ke orang lain yang tidak dia kenal. Dengan percaya diri menyatakan bahwa ia tertarik dengan sosok seorang Arina yang terpampang di lini masa. Apakah mereka lupa, kalau media sosial adalah wadah yang hanya menunjukkan sisi keren seseorang? Mengapa mereka mudah sekali tertipu? Mungkin Anda akan menghujat tulisan ini, karena merasa seorang Arina seolah-olah 'jual mahal.' Astaga, saya bukan barang dagangan. Ada pula yang mengirim sapaan genit dan sedikit memuakkan dengan foto profil versi tertampan menurut mereka sendir...

Jika Kamu Sakit, Siapa yang Kamu Salahkan?

Hai, apa kabar? Sudah cukup lama ya tidak bercerita soal hati, sebab terlalu banyak berita-berita dalam negeri yang mengalihkan perasaan, seperti berita ekonomi, politik, sosial, dan lain sebagainya yang membuat isi kepala begitu berisik. Alhasil, tulisanku yang lahir hanyalah seputar isu di negeri ini. Sebenarnya tidak masalah, nah toh peka terhadap kondisi sekitar bukanlah hal yang buruk. Tetapi sepertinya, diri sendiri juga perlu didengarkan. Sedang sakit, sedang kecewa, terluka, atau sedang patah. Kamu boleh menebak, sebab apa tulisan ini lahir. . . . Apakah kamu pernah merasa kecewa atau terluka atas sikap orang lain? Siapa yang kamu salahkan? Saya ingin katakan, bahwa ketersinggungan atas perilaku orang lain bukanlah pemberian, melainkan penerimaan. Jika dirimu tidak mengizinkan hatimu dilukai, sejatinya kamu tidak akan tersakiti. Jika kamu tidak menaruh harapan terlalu tinggi, sejatinya kamu tidak akan kecewa. Bukankah kita bisa meminimalisir resiko kecelakaan di jalan ...

Mengapa Hanya Kartini?

TANGGAL 21 April kembali berulang, setiap tahunnya diperingati sebagai hari nasional, Hari Kartini sesuai dengan kelahiran pahlawan nasional, Raden Ajeng Kartini --tertera di kalender Indonesia, dirayakan seluruh rakyat Indonesia. Hari Kartini ditetapkan pada tanggal 2 Mei 1964 melalui Keputusan Presiden RI No 108/1964 yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno. Pernahkan Anda bertanya-tanya, mengapa hanya Kartini? Bukankah begitu banyak pahlawan dari kalangan perempuan di negeri ini? Seistimewa apa Kartini hingga hari lahirnya diperingati setiap tahun di seluruh Indonesia? Jika karena ia memperjuangkan emansipasi wanita, nah toh bukan hanya Kartini. Ia hanya salah satu pahlawan dari sekian banyak pahlawan perempuan y ang memperjuangkan hak perempuan dan kesetaraan gender di negeri ini. Tapi mengapa Kartini begitu diagungkan? Apakah ia lebih besar pengorbanannya dibandingkan pahlawan perempuan yang lain? Pejuang emansipasi wanita lainnya yang sering terlupakan ialah Dewi Sartika. Per...

Riuh Cerita tentang Demo Mahasiswa

RENTETAN demo mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia berlangsung berturut-turut dengan membawa sejumlah tuntutan yang tak jauh berbeda; tolak tiga periode dan tunda pemilu, protes kenaikan harga pangan, Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN), juga kontroversi UU Cipta Kerja, sampai Kasus Wadas yang belum tuntas.  Tidak hanya di Jakarta, aksi demo mahasiswa turut digelar di kota-kota lain, mulai dari Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Ambon, hingga Manokwari. Aksi unjuk rasa mahasiswa bukanlah hal yang baru di negara demokrasi ini. Kebebasan berpendapat diatur dalam konstitusi, salah satunya termaktub di Pasal 28 dan Pasal 28E ayat 3 Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan,  “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat." Menggelar demonstrasi juga menjadi salah satu cara yang dihalalkan konstitusi untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Tertulis dalam UU nomor 9 tahun 1998, pasal ...

Gonjang-Ganjing Pemilu 2024

  DI TAHUN politik kali ini, isu penundaan pemilu 2024 ramai menjadi perbincangan publik, baik dari masyarakat awam, maupun dari para pakar. Narasi-narasi pro dan kontra ihwal penundaan pemilu masih menjadi topik hangat dan mencuri perhatian. Penundaan pemilu juga dinilai sebagai upaya perpanjangan masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan wakilnya, Ma'ruf Amin. Wacana ini digulirkan pertama kali oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mengusulkan agar Pemilu 2024 ditunda satu atau dua tahun dengan dalih pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.  Usulan ini lalu mendapat dukungan dari Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN).  Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengaku dirinya menerima aspirasi dari kalangan petani di Kabupaten Siak, Riau, yang ingin masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Menurut Zulkifli, terdapat sejumlah alasan ya...

Keluhan ini Berjudul: Hidup Usia Sampah

Oleh Edo Muhammad Abdillah MISKIN adalah privillage katanya, berpendidikan juga privillage katanya. Kerja keras di usia muda agar cepat sukses serta membahagiakan orang di sekitarmu katanya. Pantang menyerah dan terus mencoba hingga berhasil katanya, kata mereka, yang sudah berhasil itu, katanya. Sampah sekali aku rasanya mendengar kata kata mereka. Seakan mereka ingin sekali didengar padahal mereka hanya punya mulut, dan aku yang punya telinga. Bukan bermaksud mengeluh dan merasa paling menderita, hanya saja... Begini, aku jarang punya masalah (kurasa) meski terkadang masalah-masalah kecil terkumpul hingga meledak dan berceceran di pikiran. Dan rasanya (juga) jarang sekali punya ambisi besar, aku hidup di masa kini bukan di masa depan. Aku ingin menikmati apa yang aku miliki dibanding memikirkan yang belum aku miliki. BACA JUGA: Terima Kasih atas Kisah dan Kasih Orang lain menikah, berpenghasilan, jalan-jalan, membeli kendaraan dan dipamerkan. Aku memilih memikirkan hari ini, hari...

Kita Tidak Pernah Berjuang Sendirian

KEHIDUPAN ini begitu unik. Tuhan mempunyai beragam cara untuk menunjukkan kebaikan orang lain kepadaku. Saat diri ini merasa dunia begitu kejam dan diriku seolah dipaksa bertahan seorang diri, Tuhan memperlihatkan ada orang-orang baik dengan perlakuan sederhana tapi membuat hatiku berdecak. Ada pengendara motor yang mempersilakanku untuk menyeberang jalan raya, ada seorang perempuan yang rela meminjamkan buku-bukunya untuk kubaca berhari-hari, ada tetangga sebelah yang mau direpotkan berkali-kali hanya untuk memperbaiki laptop usang, ada pemuda jangkung yang bersedia menjadi rekan tukar pikiran hingga tukar perasaan, ada kawan SMA yang mau mengangkat telepon di jam 2 dini hari, ada teman lama yang siap mendengar aku menangis, ada guru yang begitu percaya bahwa diriku punya potensi, tidak lupa ada orang tua yang selalu mengirim doa juga dana tanpa diminta, ada saudara serahim yang selalu siap berbagi kebahagiaan, serta ada banyak manusia baik hati lainnya yang hadir dalam kehidupan uni...