Langsung ke konten utama

Postingan

INDONESIAKU KEMBALI RETAK

Baru kemarin kita melaksanakan upacara di bawah tiang bendera. Meneriaki lagu kemerdekaan Indonesia sebagai tanda bertambahnya usia kemerdekaan kita. 74 tahun, usia yang tak lagi muda. Semakin tua, ternyata Indonesia sudah renta. Belum tuntas kasus Papua dan Surabaya, Indonesia kembali retak dengan kasus yang katanya penistaan agama. Mungkin umat Kristiani merasa sakit hati dengan kalimat sang ulama. Tapi coba diteliti lagi, dimana tempat kejadian perkara. Mengapa harus mempermasalahkan video lama? Jika memang tersinggung, seharusnya dari dulu sudah ditindak pidana. Sangat tidak masuk akal jika menyamakan kasus UAS dan kasus Ahok yang berujung dipenjara. UAS melontarkan kalimatnya di dalam sebuah majlis, dalam ruangan tertutup yang hanya berisi umat Islam saja. Sedangkan Ahok berkoar di ruangan terbuka, kalimatnya ditujukan untuk seluruh rakyat Indonesia. Maka wajar jika umat Islam marah dan kecewa. Umat Islam tidak mempermasalahkan jika mereka dikatakan sebagai domb...

SUARA ORANG TIMUR YANG ADA DI BARAT

Saya selaku orang timur yang ada di barat, saya selaku mahasiswa timur yang kuliah di tanah Jawa, merasa resah dengan kekacauan yang sedang terjadi antara masyarakat Surabaya dan mahasiswa Papua. Sangat mengecewakan dan menyayat hati ketika saya melihat video terkait yang ternyata di dalamnya terlihat beberapa oknum aparat dan masyarakat Surabaya yang membuat kerusuhan di asrama mahasiswa Papua seraya mengumpat dengan mengatai saudara-saudara kami dengan umpatan "Monyet" "Anjing" dan sebagainya. Dengan ini, bukan berarti kami membenarkan kejadian pembuangan bendera merah putih di selokan. Tetapi, kami menegaskan bahwa para aparat yang bertugas harus menjalankan tugasnya dengan prosedur. Dengan tata cara yang benar, sehingga tidak terjadi kericuhan semacam ini. Apakah pantas seorang aparat berseragam tentara mengatai rakyat Indonesia sebagai monyet dan anjing?? Apabila memang terbukti ada oknum-oknum dari mahasiswa Papua yang membuang bendera merah...

LANGKAH PERTAMA

Diam dalam kelam Terkubur dalam kabur Langkah kita pernah mati Di baris-baris asa yang hanya terpatri Bicara mimpi dengan santai Kenyataan tak hadir, mulai menghujat takdir Dimana letak manusia yang katanya mulia ?? Hari-hari panjang berdiri menantang Yang takut tetaplah pengecut Yang salah memanglah harus kalah Langkah pertama mari bersama Membentuk ingin yang sempat dingin Di ujung senja yang nampak jingga Kita adalah satu yang harus menyatu . . . _inaguhir_ Cileungsi, Juli 2019

LUCUNYA NEGERI INI

Pernah lahir dari rahim Ibu Pertiwi sejarah-sejarah yang tak tersanggah Aku pernah duduk di bangku sekolah Menyimaki kisah darah pahlawan yang murah Tapi hari ini, tubuh Ibu Pertiwi tak lagi suci Dicabuli aparat yang katanya NKRI Padahal berkoalisi dengan pemimpin yang kehilangan jati diri Kebenaran mati di tiang besi Kecurangan dibela dalam ruang sidang konstitusi Demokrasi kita sudah punah Dibungkam rezim yang tak mau kalah Tak mampu menang maka dimenangkan Tak mampu naik maka menjatuhkan Hahaha... Lucunya negeri ini . . . _inaguhir_ (Adonara, Juli 2019 )

DEFINISI CANTIK

Kamu tahu definisi cantik ?? Kadang suka berpikir, wanita berjam-jam menghabiskan waktu di depan cermin hanya untuk memoles wajahnya. Hanya untuk satu kata, "Cantik". Yang dirawat hanya wajah dan tubuh. Bahkan terlihat gemuk sedikit menjadi masalah besar dalam hidupnya. Terlalu sibuk memerhatikan wajah dan tubuh, sampai lupa mendandani hati dan perilaku. Siti Khadijah RA, selaku istri Rasulullah Saw. Kita sampai hari ini mengenal beliau karena apa? Apakah karena ia cantik? Seksi? Tidak. Kita bahkan tidak tahu bagaimana rupa istri rasul tersebut. Apakah ia tinggi, langsing, putih atau definisi-definisi cantik yang kita buat-buat sendiri. Nama Khadijah, Fatimah, Aisyah tercatat sebagai wanita penghuni surga karena tingkah laku mereka. Karena sikap mereka. Bukan karena wujud fisik mereka. Ayolah. Jangan terlalu sibuk memoles wajah, sampai lupa memoles perilaku-perilaku kita. Kecantikan fisik hanya berujung menjadi bangkai di bawah tanah. Tapi kebaikan akhlakmu ...

PEREMPUAN DI UJUNG MALAM

Puan,,, Wajahmu nanar di ujung malam Beribu luka hati telah kau telan Menyatu dalam darah dan jantungmu Puan,,, Lebam-lebam jiwamu digebuki ribuan tinju Coba ludahi takdir Merasa sakit tapi tak mengaku Malam-malam panjang Airmata membenam di pipi Kau sudah kalah berulang kali Puan,,, Sudahi saja Tangis tak pernah mampu mengembalikan kenangan . . . _inaguhir_ (Surakarta, April 2019 )

PERSATUAN YANG TERGADAI

Hujat menghujat barang biasa Di negeri ini, persatuan sudah tergadai oleh fanatisme partai Sayap Garuda patah dihempas pesta yang katanya demokrasi Haruskah pemilu berakhir pilu?? Di depan pagar istana negara, rakyat belum dijamin keadilannya Bertahun-tahun kita dikebiri oleh negeri sendiri Negeri yang katanya sudah merdeka puluhan tahun lalu  Pemilu hadir dari berbagai kubu Rasa utuh berubah menjadi angkuh Beda pilihan tak harus saling melawan Lain pendapat bukan harus putus sahabat _inaguhir_ (Surakarta, April 2019 )