Langsung ke konten utama

HIDUP BELUM ASIK KALAU BELUM ADA YANG SIRIK


Hal yang paling menarik dalam hidupmu adalah ketika kau menemui orang-orang yang sirik. Mereka yang hanya mampu menjatuhkanmu adalah mereka yang tidak mampu menjadi seperti dirimu. Mereka sengaja menarik dirimu agar kamu menjadi setara dengan mereka. Menjadi sama-sama hina.

Orang-orang seperti itu akan selalu kita temui dalam kehidupan kita. Sebagaimana pun baiknya kita, tetap akan ada orang yang tak suka. Jadi tidak usah mengikuti selera "baik" menurut mereka. Nah toh mereka hanya mau kita menjadi kalah. Sama seperti mereka.

Kita harus selalu melangkah tanpa peduli berbagai jenis hinaan dan cacian. Selama apa yang kita jalani itu bermanfaat dan tidak melanggar aturan Tuhan, teruslah melangkah.

Kau tahu?? Orang-orang hebat seperti Soekarno, Soeharto, Iwan Fals, Thomas Alfa Edison, Albert Einstein, Jack Ma bahkan Nabi-nabi kita adalah orang-orang hebat yang dibesarkan oleh hinaan, cacian, aneka benturan bahkan cobaan pembunuhan. Yang membuat mereka hebat adalah sikap pantang menyerah dan tak mempedulikan semua rintangan tersebut. Mereka terus melangkah. Mereka terus berjuang.

Jangan tumbang hanya karena cacian. Jangan jatuh karena hinaan. Laut yang tenang tak akan melahirkan pelaut yang handal.

Cara paling keren untuk menutup mulut orang-orang yang menghinamu adalah dengan prestasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adonara, Tanah Lebih Mahal Daripada Darah

Anak pulau mendengar kabar Ada mayat mati terkapar Adonara, Tanah Tumpah Darah Darah Tumpah Karena Tanah KEMARIN , berita muncul di linimasa, enam nyawa hilang di ujung tombak. Darah kembali tumpah, lagi dan lagi karena masalah yang itu-itu saja. Bukan hal baru di telinga kita, bahwa persoalan hak tanah berujung pertikaian. Korban berjatuhan, anak jadi yatim, ibu jadi janda. Seorang misionaris asal Belanda, Ernst Vatter dalam bukunya "Ata Kiwan" yang terbit pada 1932 melukiskan Adonara adalah Pulau Pembunuh (Killer Island). Dalam bukunya itu, Vatter menulis "Di Hindia Belanda bagian timur tidak ada satu tempat lain di mana terjadi begitu banyak pembunuhan seperti di Adonara. Hampir semua pembunuhan dan kekerasan, penyerangan dan kejahatan-kejahatan kasar lain, yang disampaikan ke Larantuka untuk diadili, dilakukan oleh orang-orang Adonara." BACA JUGA: Masa Depan Anak Pesisir Adonara Hmm... dari pernyataan tersebut, tidak dapat dipungkiri ba...

Tenun Kwatek, Karya Tangan Perempuan Adonara

   Kwatek Adonara saat dikenakan Penulis SUDAH tidak asing lagi jika kita mengetahui bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki kain tradisional. Begitu pula di Pulau Adonara. Pulau ini menjadi salah satu daerah yang memiliki kain tenun sebagai kain tradisionalnya. Pulau Adonara sendiri terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Bagi masyarakat Adonara, tenun ini dipakai dalam berbagai acara seperti upacara adat, pernikahan, pemakaman, dan hari-hari besar lainnya, baik hari besar nasional ataupun hari besar agama. Selain itu, kain tenun ini juga dikenakan sehari-hari oleh masyarakat Adonara dan dijadikan cendramata bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.  Tenun Adonara memiliki tiga motif, pertama motif dengan warna-warni bergaris lurus lebar merupakan kain Kewatek (berbentuk seperti sarung), yang kedua motif dengan warna yang monoton serta bergaris lurus kecil-kecil adalah Nowing (berbentuk seperti sarung) dan yang ketiga motif berwarna dan bergaris lurus a...

Berat Nian Menjadi WNI

Bara api menyala di lubuk umat manusia yang lahir di bumi Pertiwi Kaki-kaki berlari laju memenuhi jalanan sebab keadilan tak hinggap ke dapur mereka Ada amarah di setiap derap langkah dan degup nadi  Memaki nasib hidup di Republik Ilusi Perih mataku menangkis kabut pedih yang keluar dari senjata kekuasaan Setelah itu, saudaraku mati dilindas rantis Aku melihat arogansi pejabat menari dengan riang di gedung mewah yang dibangun oleh keringat jelata  Musik mengalun merdu mengelus mesra tubuh yang dibalut lambang borjuis Tak kutemukan tumpukan buku ala Bung Hatta di rumah-rumah para tuan yang katanya mewakili aku Rupanya tak butuh arif nan cerdas untuk membuat Undang-Undang di meja parlemen Hanya cukup culas dan tak tahu malu Tak kudengar susunan tutur kata khas makhluk bermoral yang keluar dari bibir mereka Sebab anggota dewan negeri ini ternyata lebih jago beronani ketimbang berorasi Presiden yang menang karena mahir bergoyang kini muncul di linimasa lewat akun pasangan artis be...